WELCOME

INI ADALAH BLOG BAGI SEMUA KALANGAN YANG MENCINTAI KEINDAHAN WILAYAH PESISIR DAN LAUTAN SEMOGA BERMANFAAT BUAT SEMUANYA.....MERDEKA...!!!!

Sunday, May 15, 2011

Bird of Paradise from Aru Islands

Natural Resource in Aru

PERIKANAN BUDIDAYA DAN TANGKAP
Jenis komoditi Non Ikan yang memiliki nilai ekonomis tinggi antara lain Udang, Lobster, Teripang dan Mutiara. Teripang merupakan komditi ekspor yang sangat diminati konsumen luar negeri, juga mutiara Kepulauan Aru, telah terkenal kualitas dan keindahannya sampai ke manca negara. Komoditi-komoditi tersebut sangat potensial untuk menarik investor asing yang ingin berinvestasi di kabupaten ini. Data-data mengenai produksi dan nilai produksi ikan dan non ikan di Kabupaten Kepulauan Aru tersaji secara rinci pada Daftar Lampiran Tabel di bagian akhir proposal ini.
MUTIARA
Mutiara merupakan ikon potensi SDA Aru yang telah dikenal di seluruh Dunia. Hal ini dibuktikan dengan penjualan dan eksport produksi mutiara hasil perolehan para penyelam tradisional maupun hasil  budidaya oleh berbagai perusahaan yang beroperasi di Aru, selalu diarahkan pada pasar Eropa, Asia Tenggara dan Amerika, terutama negara-negara seperti Hongkong, China, Jepang, Prancis, dan Amerika. Beberapa negara tersebut diatas, memiliki prospek pasar yang sangat potensial, hal mana disebabkan oleh berkembangnya gaya hidup dan menjadikannya sebagai pusat-pusat mode dunia saat ini.
IKAN
Sebagai wilayah kepulauan yang didominasi oleh perairan laut, Kabupaten Kepulauan Aru menyimpan Sumber Daya Kelautan yang melimpah. Sektor Pertanian khususnya sub sektor Perikanan menjadi tulang punggung perekonomian rakyat yang masih sangat tergantung pada penyediaan hasil alam. Data Dinas Perikanan dan Kelautan mencatat sejumlah hasil laut baik ikan maupun non ikan yang mampu diproduksi perairan laut di wilayah Kepulauan Aru selama kurun waktu 2007, Ikan Tenggiri dan Ikan Kerapu adalah jenis ikan yang memiliki nilai ekonomis penting. Produksi jenis ikan-ikan tersebut pada tahun 2007 tercatat sebanyak 23.943,4 ton dan 330,1 ton dengan nilai produksi sebesar Rp. 155.631.970.000.- dan Rp. 2.640.960.000.- Ikan merupakan sektor andalan yang sangat potensial dan memiliki nilai ekonomis tinggi. Pada sektor ini, banyak investor yang berminat dan berlomba-lomba untuk berinvestasi di Kepulauan Aru, akan tetapi terbatas akan informasi dan akses untuk masuk ke wilayah ini. Tercatat beberapa perusahaan raksasa nasional yang pernah beroperasi, diantaranya PT. Daya Guna Samudera (DGS) dari Djayanti Group (milik keluarga cendana), PT. Pusaka Benjina Resource (PBR), dan beberapa perusahaan lainnya.
RUMPUT LAUT
Rumput laut merupakan komodity yang saat ini sedang menjadi andalan usaha budidaya perikanan yang diminati, karena mudah pengerjaannya dan memiliki nilai ekonomis tinggi serta memiliki pangsa pasar yang kompetitif merambah pasar pada level pasar lokal, domestik, serta dunia. Hal ini diakibatkan oleh adanya permintaan pasar yang besar bagi industri makanan suplemen, kosmetik dan obat-obatan. Luas lahan dan ruang di wilayah Aru yang masih tersedia dalam jumlah yang besar, merupakan peluang yang pantas dan layak untuk dimanfaatkan. Pendapatan per kapita masyarakat menunjukkan angka peningkatan yang signifigan sejak mulai beralih pada usaha budidaya rumput laut. Harga lokal diKepulauan Arusaat ini berkisar antara 10.000/kg – 20.000/kg, dengan masa kerja hanya mencapai 30 hari efektif sudah bisa dinikmati hasilnya yang bernilai puluhan juta rupiah untuk nilai produksi tonage.
TERIPANG DAN SIRIP IKAN HIU
Teripang dan sirip ikan hiu memiliki nilai ekonomis tinggi. Pasar yang dituju adalah sama halnya dengan berbagai komoditi perikanan lainnya seperti mutiara dan rumput laut. Harga jual lokal saat ini mencapai 1.000.000 – 1.500.000/kg. Ketersediaannya dalam jumlah lahan dan ruang yang cukup, khususnya teripang yang dapat dibudidaya dalam tambak.
UDANG
Seakan tak mau kalah dengan potensi perikanan lainnya, udang juga merupakan peluang usaha yang menjanjikan, didukung dengan stok tersedia yang cukup memadai. Udang Banana, Udang Harimau dan Udang Lobster yang menjadi item andalan dalam produk yang satu ini. Ketersediaan stok udang dalam jumlah yang besar karena didukung oleh topografi alam Aru yang berawa-rawa dengan hutan bakau merata hampir di seluruh pesisir pantai Aru bagi udang banana dan harimau, sedangkan untuk Udang Lobster, luas wilayah laut yang cukup besar (80% lebih) mendukung ketersediaan stok dan ruang usaha yang besar. Pasar yang potensial adalah Bali, Jawa, dan manca negara dengan nilai permintaan dan ekonomis yang sangat tinggi, merupakan peluang yang layak direkomendasikan dalam investasi.
Dari hasil udang, diproduksilah secara tradisional, berbagai produk lainnya, semisal terasi udang asli. Keunggulan terasi udang Aru ini adalah murni diproses secara alami tanpa bahan pengawet atau zat kimia apapun yang merugikan. Saat ini, terasi udang asli Aru mulai merambah berbagai pasar lokal di maluku. Tentu saja patut dipertimbangkan sebagai salah satu sumber investasi yang pantas diperhitungkan bersamaan dengan potensi bisnis lainnya.
KEPITING
Sama halnya dengan udang, Kepiting merupakan salah satu lahan bisnis yang memiliki nilai ekonomis dan pangsa pasar yang baik, khususnya pasar domestik, di Bali, Papua, Sulawesi, Jawa. Kepiting juga tersedia dalam jumlah yang cukup secara alami, walaupun pengusahaannya oleh masyarakat masih bersifat tradisional dengan peralatan seadanya (sangat sederhana, seperti terlihat pada gambar di samping ini, juga wilayah rawa dan hutan mangrove yang mendukung ketersediaan stok secara alami).
Rata-rata para investor yang tertarik untuk menggeluti bidang ini, datang dari berbagai daerah di indonesia, dengan pola kerja sama yang saling menguntungkan dengan para pengusaha lokal maupun langsung dengan masyarakat pedesaan. Belum digarapnya secara maksimal selama ini, hanya karena kurangnya promosi kepada dunia luar. Kalaupun ada investor yang terarik untuk menggelutinya, biasanya setelah terjadi transaksi dengan pengausaha lokal, selanjutnya tertarik dan bekerja sama.
Welcome to My Aru IsLANDs Blog. It’s my begane Posting…!!!
WHERE TO STAY IN DOBO;
  1. Venesia Hotel, Jl. Kapitan Malaya, Dobo, Ph. 62-0917-21071
  2. Leo Hotel, Jl. mayor Abdullah 165, Dobo, Ph. 62-0917-21386
  3. Fanny Hotel, Jl. Siwalima, Dobo, Ph. 62-0917-21432
  4. Guest House Lima Saudara, Jl. Mutiara, Dobo, Ph. 62-0917-21262
  5. Sinar Harapan Hotel, Jl. Jalabil, Dobo
  6. Mazda Hotel, Jl. Cenderawasih Puncak, Dobo
  7. Cenderawasih Hotel, Jl. Kampong China, Dobo
  8. Valita Guest House, Jalan Cenderawasih, Dobo
  9. Suasana Baru Hotel, Jl. Ali Moertopo, Dobo
BANKING FACILITIES
  1. Bank Pembangunan Maluku (BPDM) and the ATM Bersama, Jl. Kapitan Malongi 60, Dobo Ph. 62-0971-21144
  2. Branch Office of Bank Rakyat Indonesia (BRI) Jl. Kapitan Malongi, Dobo. Ph. 62-0971-21237
  3. Unit Office of Bank Rakyat Indonesia (BRI) and the ATM Bersama, Jl. Lukas Mairering, Dobo
  4. There is no MONEY CHANGER Available on Aru Islands.
COMMUNICATION FACILITIES
  1. Post Office, Jl. Mayor Abdullah, Dobo, Ph. 62-0917-21225
  2. Kantor Telekomunikasi (Telecomunication Office), Jl. Mutiara 142, Dobo, Ph. 62-0917-22100
  3. Telecommunication Office serves local calls as well as long distance calls.

 

1 comment:

  1. Saya ikut mendukung upaya saudara untuk berlatih membuat website ini, hanya saya sarankan agar jika copy-paste dari web lain, agar sertakan juga sumber agar tidak dianggap "PLAGIAT"... misalnya ada beberapa, anda copy-paste dari website saya di http://www.aruislands.blogspot.com
    tolong agar sertakan alamat website tersebut dalam halaman anda sebagai sumber. Saya akan ikut membantu juga. Saya salut atas upaya anda, dan saya harap makin banyak orang yang melakukan hal seperti ini.

    Terima Kasih, Salam Persaudaraan;

    (Kace Labok)
    Admin dan Pemilik Resmi Website:
    www.aruislands.com
    www.aruislands.blogspot.com

    ReplyDelete